Sabtu, 24 Juli 2010

Dunia di Tangan Penyihir Kikuk

FILM aksi dengan tokoh utama remaja kikuk dan konyol semakin marak. Setelah Kick- Ass, kini muncul adaptasi Disney, Sorcerer’s Apprentice. Bisa jadi, kekonyolan ini jadi penyeimbang spesial efek yang ala kadarnya.

Kisah Sorcerer’s Apprentice dibuka dengan legenda yang terjadi pada 740 SM. Saat itu Merlin adalah penyihir paling kuat sekaligus paling mengabdi kepada masyarakat. Ia punya tiga murid terpercaya, Balthazar (Nicolas Cage), Horvath (Alfred Mollina), dan Victoria (Monica Bellucci). Kepada ketiganya,Merlin membuka seluruh rahasia ilmu sihirnya. Sayangnya, Horvath berkhianat dan membuat persekutuan dengan ratu penyihir jahat Morgana (Alice Krige).

Dalam sebuah pertempuran dengan Morgana, Merlin tewas.Victoria yang berusaha menyelamatkan nyawa Balthazar dari serangan Morgana lantas mengorbankan tubuhnya dimasuki roh Morgana. Balthazar pun mengurung Morgana dan Victoria dalam sebuah kemasan berbentuk boneka. Begitu juga Horvath.Agar Morgana bisa mati sepenuhnya, Balthazar lalu memenuhi pesan Merlin sebelum gurunya itu tewas,“Temukan Merlinian utama, pewaris kesaktian Merlin.

Berikan cincin naga kepadanya, maka ia bisa mengalahkan Morgana”. Balthazar pun diberikan keabadian hidup agar bisa menemukan sang pewaris ilmu sihir Merlin. Beberapa ribu tahun kemudian, Balthazar akhirnya menemukan sang pewaris,Dave (Jay Baruchel) namanya.Saat itu Dave masih berumur 9 tahun.

Namun, sebuah peristiwa mencekam yang tak terduga membuat Balthazar malah terkurung di dalam boneka bersama Horvath. Sementara, Dave mengalami trauma hingga tumbuh menjadi anak muda yang minder, apalagi kalau sudah soal urusan jatuh cinta dengan perempuan. Saat Dave sudah masuk usia kuliah, Balthazar dan Horvath berhasil keluar dari penjara boneka.

Keduanya lantas berusaha mencari Dave lagi. Balthazar mencari Dave untuk diajarkan ilmu-ilmu sihir guna melawan Morgana. Ini penting karena jika Morgana keluar dari “kurungannya”, dia akan menghancurkan dunia. Horvath mencari Dave karena ingin membebaskan Morgana dan menduga boneka berisi Morgana ada pada Dave. Di luar urusan dunia sihir menyihir, Dave sibuk melakukan pendekatan pada cinta monyetnya pada masa kecil,Becky (Teresa Palmer).

Dave pun harus bisa memutuskan mana prioritasnya, menyelamatkan dunia atau mewujudkan obsesi cintanya kepada Becky. Sutradara Jon Turteltaub (National Treasure, While You Were Sleeping) tampaknya paham betul kalau film remaja haruslah dibuat dengan tempo cepat, penuh gimmick, dan ada adegan romantis. Intinya, jangan sampai membuat penonton bosan dan tertidur di bioskop.

Untuk film ini,Turteltaub menerjemahkannya melalui komedi di sana-sini, serta memainkan imajinasi sebanyak mungkin. Yang paling penting, Turteltaub memutuskan untuk tidak mengagungkan ilmu sihir untuk mengalahkan Morgana. Alih-alih, dia menggabungkan kekuatan sihir dan ilmu fisika.Ini setidaknya bisa membuat penonton remaja tetap “menginjak tanah”dan tidak berkhayal untuk punya ilmu sihir agar bisa mengatasi segala masalah.

0 komentar:

Poskan Komentar